Minggu, 17 Oktober 2010

Catatan lucu 86

**gatau lupa deh tanggal berapa...

hari selasa..semuanya ngantuk..hening, rasanya ingin cepat pulang dan tertidur..udara panas serasa menyeruap diseluruh bagian kelas...Pak Hendy walikelasku dengan enggan bercerita..semua ata tertuju padanya. Kami mendengarkan dengan penuh seksama...hingga tiba-tiba GGGGEEDDEEBBUUGG !! *@$5666%$%^*453$#$# kita semua terkagetkan oleh suara tuba-tiba itu...rupanya SI PAPUA yang membuat kegaduhan///akakakakak


Hari rabuu......

Ada pelajaran olahraga nih,, semuanya disuruh maen voli...saat perrtandingan penentuan dimulai..semuanya dengan serius memerhatikan arah bola..Semua tegang bukan main..namun saat bola dari jauh dan ketinggian datang ke Deyfan....degggggg semua terpana, seketika perubahan mimik wajah kami cemas, datar, kaget laluuuu ngakak sekenceng-kencengnya!!!!AKAKAKAKAK itu bola ,alah disundul!! Ini voli bukan soccer bro!dan sundulan itu terjadi ampir5 kali


Msih hari rabu..

Kali ini pelajaran olahraga lagi.... tapi maen bola...
bagian cwe..wahh lagi seru2 eh saya salah masukin bola ke gawang sendiri
udah gitu jatoh keseruduk temen, udah gitu ling lung kaya orang gila..
Hahaha

Nahhhh ini pas PORAK yuhu yeaaa!!

pas vocal grup....sang pianist sudah cerewet ngatur ini itu harus apalah gimanalah dgan segala tetek bengeknya.....Ehhhh pas mulai nyanyi...sang alunan piano gatau kemana..katanya gemeteran pas manenin pianonya...alah eneng@!!!!!Hahaha ancur!

Pas lagi baskettt....anak2 86 semangat banget ngasih yel yel

Go Getek Go Go Gembel Awwwww!

nantilah lanjut lagi..capek ngetiknya

Kamis, 07 Oktober 2010

Jangan pernah bilang kalau hidup Kamu menderita.
Karena hidup orang lain lebih menderita lagi dan tidak pernah Kamu kira.
Jangan bilang Kamu gak punya satu orangpun yang menyayangimu
Karena Kamu gak sadar betapa mereka sayang padamu.
Jangan pernah mengeluh kepada orang lain.
Karena orang lain juga memiliki masalah dan hidup mereka sendiri.
Tanpa perlu Kamu recoki, hidup merekapun sudah begitu susah.
Jika Kamu menyadari semua itu, itu saatnya bagimu untuk intropeksi diri.
Bukan menangis, lulu berlalu dan tak pernah menyadari kesalahanmu sendiri.
Pikirkan orang-orang yang sudah Kamu sakiti dan tindas tanpa kesadaranmu.
Mereka akan menyembunyikan rasa sakit itu untukmu.
Namun Kamu malah tak pernah sadar betapa jahatnya kata-katamu.
Kamu harus membuat mereka jujur dan percaya padamu.
Tanyakan kesalahanmu selama ini.
Dan bukan menangis.
Jika mereka tidak bersedia untuk jujur, itu bukan karena mereka jaim.
Tapi karena mereka menjaga perasaanmu dan tak ingin Kau terluka.
Tapi mengapa Kamu sendiri membiarkan dirimu untuk melukai mereka?
Kadang itu tak pernah Kau sadari, tapi itulah dirimu..

Sabtu, 25 September 2010

Love.......pas pasn deh

cinta....begitu banyak argumen dan definisi mengenaimu..
Aku rasa, ini mulai gila dan tak masuk akal.
Tanpa didasari logika...hanya bersandar pada luapan emosi dan perasaan.
Mengapa perasaan itu dapat menyimpulkan senyum di sudut pipimu?
Mengapa pula dapat memproduksi air matamu..
Mengapa rasanya begitu menggelitik batinmu..
Aku tau ini bodoh dan konyol..Namun tetap kulakukan,
Ada dorongan aneh di hatiku, ingin terus memikirkannya.
Ada perasaan yang bergejolak ketika Ia menatapku dengan senyumannya.
Ada sesuatu yang berloncatan dihatiku saat Ia memerhatikanku..
Ada yang patah jika Dia memegang tangan yang lain..
Ada yang tertusuk jika Dia menatap yang lain dengan cara yang berbeda..
Kuyakin, yang kurasakan hanyalah rasa ketertarikan
Yang menjadi rasa memiliki dan ketergantungan yang parah
Lalu kudefinisikan sebagai cinta..
Sepertinya bukan..
Aku masih tak mengerti kata itu

Minggu, 19 September 2010

Ngasal ngasal

Waktu tlah bergulir begitu lama
Meninggalkan Aku yang masih termenung disini
Lembaran memori mulai mengusik ketenanganku
Hanya membuat segores luka di hati.

Aku tak ingin menoleh ke belakang.
Namun ini yang kulakukan
Aku tak tau siapa yang kubenci.
Bayanganmu atau diriku sendiri.

Kau terduduk disampingku.
Melantunkan seuntai melodi hanya untukku
Aku tersipu malu..
Rasanya hanya Kamu yang kumiliki.

Kau pergi begitu saja.
Tanpa beban dan tanpa penyesalan.
Kau meninggalkanku sendiri
Bersama sejuta kenangan tentangmu

Waktu kembali bergulir begitu lama.
Aku berusaha melupakkan bayanganmu.
Namun terlambat, Aku sudah terlampau mencintai bayanganmu.
Mencintai sosokmu..

Kini Aku hanya menunggu disini.
Berharap Kau datang padaku.
Walau kenyataan menusuk hatiku.
Kini Aku tahu siapa yang kubenci...
Bayanganku sendiri, yang tak pernah mengatakan perasaanku dan membiarkanmu pergi.

Kamis, 09 September 2010

My Shining Stars

Kamu bintangku.. Tapi Aku tak pernah bisa melihatmu dengan jelas..Awan hitam yang tebal selalu meyelimutimu hingga cahayamu menjadi redup dan tak terlihat.. Awan itu begitu memesona dan menyilaukanku, Kurasa Aku menyukai awan itu. Kuberikan hatiku pada awan itu, Sejak saat itu awan itu menjadi pasanganku. Namun, semakin lama Aku semakin dapat melihat betapa gelapnya Awanku itu. Jika Ia marah, Ia bisa menumpahkan isinya. Ia bisa mengundang temannya Sang Petir untuk datang. Kekecewaan melanda hatiku. Aku merasa galau. Dan semakin hari sinarmu semakin terlihat. Aku mulai bisa melihatmu, dan Kau jadi temanku. Tak peduli betapa galaunya Aku, Aku bisa memercayaimu..Kau menjadi perisai dalam kehidupanku. Aku baru semakin menyadari cahayamu begitu indah dan terang. Awanku raib, Ia menghilang sedikit demi sedikit. Dan tampak jelas sosok bintangku-kamu-di mataku. Akhirnya, Akupun baru menyadari Aku membutuhkanmu. Aku jatuh cinta pada bintangku...Kamu.... Sayangnya dirimu-bintangku- tak pernah melihat hatiku. Dirimu terlalu sibuk mencintai cinta pertamamu-Sang Rembulan-tiada tara hingga tak ada lagi sisa di ruang hatimu.Setidaknya untukku? Kamu terlalu dingin, Bintangku ini mati rasa. Aku tahu dirimu sangat terpukul saat mengetahui Sang Rembulan mencampakkanmu dan tak pernah melihatmu lagi setelah itu. Ya, cinta begitu rumit. Kau tak pernah terlihat oleh rembulanmu maupun melihat Aku..Semakin lama Kau menjauh dari peredaranku. Kau menghilang..Rasa sakit mulai menghujam hatiku, bagaikan ribuan pisau yang menusuk-nusuk hatiku tiada henti, kurasakan beberapa bagian di hatiku patah berkeping-keping hingga kecil. Sepertinya Aku mulai merasakan mati rasa. Sama sepertimu.. Aku bertekad melupakanmu, namun diam-diam masih berharap Kau akan datang padaku. Seperti berharap adanya tumpahan hujan di padang pasir. Mengharapkan sesuatu yang belum tentu dapat terjadi..Namun asalkan Kau tau..Aku masih menggantungkan hatiku di tanganmu..

Curhat.....

Dia memerhatikanku..
Dia tersenyum padaku..
Dia memegang tanganku..
Dia tertawa bersamaku..
Dia bergurau denganku..
Dia membuatku jatuh cinta dan tergantung padanya..
Dia melakukan hal yang sama pada wanita yang lain..
Dia memerhatikannya..
Dia tersenyum padanya..
Dia memegang tangannya..
Dia tertawa bersamanya..
Dia begurau dengannya..
Dia membuatnya jatuh cinta dan tergantung padanya..
Rasanya Aku mulai gila jika terus memikirkanmu..Kau membuatku jadi berhayal terlalu tinggi..Beginikah cinta? Hmm..Tidak, ini salahmu..Seharusnya Kau tak perlu melakukan itu jika Kau tak tertarik padaku, pada wanita yang lainnya..Hhhh but i’m still loved you..I need you..