Kamis, 09 September 2010

My Shining Stars

Kamu bintangku.. Tapi Aku tak pernah bisa melihatmu dengan jelas..Awan hitam yang tebal selalu meyelimutimu hingga cahayamu menjadi redup dan tak terlihat.. Awan itu begitu memesona dan menyilaukanku, Kurasa Aku menyukai awan itu. Kuberikan hatiku pada awan itu, Sejak saat itu awan itu menjadi pasanganku. Namun, semakin lama Aku semakin dapat melihat betapa gelapnya Awanku itu. Jika Ia marah, Ia bisa menumpahkan isinya. Ia bisa mengundang temannya Sang Petir untuk datang. Kekecewaan melanda hatiku. Aku merasa galau. Dan semakin hari sinarmu semakin terlihat. Aku mulai bisa melihatmu, dan Kau jadi temanku. Tak peduli betapa galaunya Aku, Aku bisa memercayaimu..Kau menjadi perisai dalam kehidupanku. Aku baru semakin menyadari cahayamu begitu indah dan terang. Awanku raib, Ia menghilang sedikit demi sedikit. Dan tampak jelas sosok bintangku-kamu-di mataku. Akhirnya, Akupun baru menyadari Aku membutuhkanmu. Aku jatuh cinta pada bintangku...Kamu.... Sayangnya dirimu-bintangku- tak pernah melihat hatiku. Dirimu terlalu sibuk mencintai cinta pertamamu-Sang Rembulan-tiada tara hingga tak ada lagi sisa di ruang hatimu.Setidaknya untukku? Kamu terlalu dingin, Bintangku ini mati rasa. Aku tahu dirimu sangat terpukul saat mengetahui Sang Rembulan mencampakkanmu dan tak pernah melihatmu lagi setelah itu. Ya, cinta begitu rumit. Kau tak pernah terlihat oleh rembulanmu maupun melihat Aku..Semakin lama Kau menjauh dari peredaranku. Kau menghilang..Rasa sakit mulai menghujam hatiku, bagaikan ribuan pisau yang menusuk-nusuk hatiku tiada henti, kurasakan beberapa bagian di hatiku patah berkeping-keping hingga kecil. Sepertinya Aku mulai merasakan mati rasa. Sama sepertimu.. Aku bertekad melupakanmu, namun diam-diam masih berharap Kau akan datang padaku. Seperti berharap adanya tumpahan hujan di padang pasir. Mengharapkan sesuatu yang belum tentu dapat terjadi..Namun asalkan Kau tau..Aku masih menggantungkan hatiku di tanganmu..

1 komentar: