Minggu, 27 Februari 2011

Ibu...& anak

Hari ini Dia berulang tahun.
Menampakkan senyum tulusnya.
Meninggalkan memori manis di benaknya.
Rasanya seperti 20 tahun yang lalu.
Ketika matanya masih menampakkan sinar yang begitu menyilaukan.
 Waktu akan menceritakan semuanya, tentang rahasia hidupnya.
 
Guratan keriput terbaca jelas pada wajahnya.
Guratan yang akan memberitahumu tentang waktu.
Tentang seberapa lama Ia mengorbankan waktunya untuk seorang jiwa yang bernyawa.
Tentang seberapa luka yang sudah tertorehkan pada hatinya selama ini.
Tentang rahasia hidupnya.

Ketika malam hari menjelang Ia takut mengenai sesuatu.
Dia akan mengelus wajah seorang jiwa yang bernyawa.
Kemudian berdoa untuknya.
Ia mulai berfikir bagaimana untuk memberi makannya..
Karena Ia takut, seorang jiwa yang bernyawa itu akan kelaparan.

Dan ketika Sang jiwa yang bernyawa itu tlah bisa berjalan sendiri.
Dia akan merasa takut, jiwa itu tak bisa bahagia
Maka Iapun melakukan segalanya untuk membuat jiwa itu bahagia
Namun jiwa itu malah memperlakukan Dia seperti babu miliknya.

Dan pada saatnya Sang jiwa yang bernyawa itu tlah bisa hidup sendiri.
Dia akan merasa takut, jiwa itu akan meninggalkannya.
Dan waktupun menjawab semuanya.
 Jiwa itu meninggalkannya sendirian, meninggalkan seorang wanita renta yang berkeriput.

Namun Dia tak pernah menyesal.
Karena Dia tahu, jiwa itu akan mengingatnya walau sekali.
Jiwa itu tlah bahagia, dan menemukan hidupnya.
Karena jiwa itupun akan merasakan hal yang sama sepertinya.

Dan jiwa muda itu seperti Dia pada 20 tahun yang lalu
Memancarkan sinar dari matanya.
Mencintai seorang jiwa lain yang hadir dalam hidupnya.
Dan, Waktu akan menceritakan semuanya, tentang rahasia hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar